Selasa, 22 Maret 2016

Kuningan Jadi Kota Pendidikan

by: admin



Gagasan Anggota DPR RI, H Yanuar Prihatin MSi agar Kabupaten Kuningan didorong menjadi kota pendidikan kelas nasional. Menurut dia, konturnya cocok yang nanti dapat disinergikan dengan kabupaten / kota lain di wilayah Kunci Bersama meliputi sembilan daerah. Hal tersebut disampaikan olehnya di hadapan sejumlah pejabat dari sembilan daerah perbatasan dalam Rapat Koordinasi Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) yakni; delapan (8) wilayah (Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Brebes, Kota Banjar dan Kabupaten Majalengka) yang dihadiri Ketua BKAD, H Aang Hamid Suganda

Komitmen Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Kuningan, dalam kaitan rencana Kuningan menjadi kabupaten pendidikan sudah jelas; ” Kuningan saat ini menuju Kabupaten pendidikan, oleh karena itu dukungan dari semua pihak mutlak dibutuhkan demi terwujudnya Kabupaten Pendidikan, salah satunya dukungan tersebut datang dari USAID PRIORITAS yang melaksanakan pelatihan–pelatihan kepada guru SD maupun SMP” hal ini dijelaskan oleh Drs. Asep Taufik Rohman,M.Pd,M.Si, Kepala Dinas Pendidikan, disela–sela membuka acara kegiatan diseminasi Pembelajaran Kontekstual untuk praktik yang baik di SMPN 2 Cigugur. Taufik menambahkan ”untuk menuju Kuningan sebagai kabupaten pendidikan, maka guru-guru SMP perlu diberikan pelatihan, salah satunya kerjasama dengan USAID PRIORITAS ini, karena saya melihat pelatihannya berbeda dengan pelatihan lainnya, tentu ini akan meningkatkan mutu proses belajar mengajar di SMP–SMP di Kab. Kuningan karena guru–guru dibekali pembelajaran dengan konsep contextual teaching learning atau CTL yang mengenalkan pembelajaran kooperatif, merancang pembelajaran yang efektif, partisipatif, serta adanya praktek mengajar langsung di hari terakhir’’ terang Taufik. Selain pembelajaran lebih kreatif, tentunya pembelajaran kontekstual yang akan diterapkan di SMP tersebut menjadi lebih menyenangkan dan berkualitas dengan adanya hasil pajangan yang akan ditempel di ruang kelas. 

Dalam suatu kesempatan Pemprov Jabar melalui wakil Gubernur, menggagas Kabupaten Kuningan menjadi kota pendidikan, seiring dengan proyeksi pembangunan Jawa Barat yang mengarah ke kawasan utara. "Kuningan cocok jadi kota pelajar. Di sini bisa digagas didirikan perguruan tinggi negeri," ungkap Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar (Demiz) dalam diskusi tentang "Mengangkat Seni dan Budaya Kabupaten Kuningan" di Hotel Grage Sangkan Hurip Kabupaten Kuningan, Ia beralasan, untuk kawasan utara Jawa Barat, terutama kawasan 'Ciayumajakuning' (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan), belum terbangun optimal di sektor pendidikan. Jika Kuningan dikonsentrasikan sebagai kota pendidikan, maka akan menjadi pengimbang untuk pembangunan lain.

Untuk mendapatkan predikat kota pendidikan, kriteria jumlah kuantitas institusi pendidikan saja kiranya tidak tepat. Kriteria berdasarkan kualitas penyelenggaraan pendidikan justru diutamakan. Sebut saja keberhasilan kabupaten / kota dalam menyelenggarakan pendidikan dasar 9 tahun, profesionalisme guru, prestasi belajar siswa, dan kualitas lulusan pendidikan, dan sebagainya. Depdiknas sebagai lembaga yang menaungi bidang pendidikan bisa merumuskan kriteria kota yang layak menyandang predikat kabupaten / kota pendidikan.

Dengan menyandang predikat kabupaten pendidikan, kabupaten Kuningan sudah seharusnya mulai untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikannya. Standar kepemilikan predikat kabupaten pendidikan, perlu dibuat sebagai acuan masing-masing setiap sekolah untuk saling berlomba-lomba memajukan pendidikan di sekolahnya.


Sekian lama kota Yogyakarta menyandang predikat sebagai kota pendidikan. Adanya predikat itu tentu memberikan kebanggaan bagi masyarakatnya. Pertanyaan saya pun akhirnya mencuat, langkah apa yang bisa dilakukan kabupaten Kuningan disebut sebagai kota pendidikan? Karakter seperti apakah yang diperlihatkan kabupaten Kuningan sehingga menyandang predikat tersebut? Saya terus mencari jawab atas pertanyaan itu. Untuk mencari jawab atas pertanyaan itu salah satunya saya lakukan dengan menyaksikan wajah kota. Apa yang saya saksikan? Ketika melintasi jalan-jalan di Kuningan tidak saya jumpai anak-anak mengais nafkah. Di kota pendidikan, sudah seharusnya anak-anak usia sekolah sepenuhnya menempuh bangku pendidikan. Di jalan kota, saya juga menyaksikan iklan-iklan luar ruang yang harus saya akui cukup unsur mencerahkan; ”ANAK-ANAK MERANTAU SETELAH LULUS SMA/SMK” , sungguh suatu himbauan/anjuran yang cukup jelas; bahwa pendidikan merupakan suatu bekal yang mutlak diperlukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar