Senin, 21 Maret 2016

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH



PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH
By : admin

        Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah menegaskan bahwa seorang kepala sekolah/madrasah harus memiliki lima dimensi kompetensi minimal yaitu: kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Kepala sekolah/madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah sehinnga ia pun harus memiliki kompetensi yang disyaratkan memiliki kompetensi guru yaitu: kompetensi paedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Salah satu    indikator kompetensi profesional adalah kompetensi pengembangan profesi. Satu di antara pengembangan profesi adalah kemampuan dalam bidang penelitian dan pengembangan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak kepala sekolah/madrasah yang perlu ditingkatkan kemampuannya dalam bidang penelitian dan pengembangan. Sebagian dari mereka masih ada yang belum memahami bagaimana membuat proposal yang baik, selanjutnya melakukan dan melaporkan hasil penelitiannya. Sebagian dari mereka ada pula yang sudah memahaminya tetapi belum melakukannya.
           Kepala sekolah/madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah. Oleh karena itu, ia perlu melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah ia laksanakan. Kemudian, ia perlu pula memanfaatkan hasil refleksi tersebut untuk perbaikan dan pengembangan mata pelajaran. Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah/madrasah dan pengelolaan sekolah/madrasah, ia dapat melakukan PTS sekaligus sebagai sarana pengembangan profesinya (Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru),

           PTS merupakan penelitian yang berawal dari permasalahan sekolah, diselesaikan melalui tindakan spesifik dari gagasan peneliti untuk mengatasi permasalahan sekolah. Dengan demikian, yang pertama harus  ada dalam setiap penelitian termasuk PTS bukanlah diawali dengan membuat judul tetapi diawali dengan menemukan adanya masalah. Masalah-masalah yang akan dirumuskan adalah masalah-masalah aktual dan sangat penting dan mendesak untuk segera dipecahkan. Jika masalah masalah itu tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap sekolah. Oleh karena itu, diperlukan tindakan spesifik yang diyakini benar-benar dapat mengatasi masalah-masalah tersebut.

            PTS adalah tindakan ilmiah yang dilakukan kepala sekolah/madrasah untuk memecahkan masalah di sekolah (Mills, 2003; Stringer, 2004; Glickman etr al., 2007; Hopkins,2008). Ruang lingkup PTS mengacu pada delapan standar nasional pendidikan khususnya Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang meliputi: (1) Perencanaan program sekolah/madrasah, (2) pelaksanaan program sekolah/madrasah, (3) pengawasan/evaluasi sekolah, (4) kepemimpinan, dan (5) sistem informasi manajemen sekolah.

            Manfaat PTS bagi kepala sekolah/madrasah secara umum adalah untuk memecahkan masalah aktual secara ilmiah nyata yang terjadi di sekolah. Masalah tersebut menjadi tanggung jawab kepala sekolah/madrasah. Manfaat PTS secara khusus adalah untuk: (1) meningkatkan kemampuan dan sikap profesional sebagai Kepala SMP/MTs; (2) menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan SMP/MTs sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu sekolah secara ilmiah; (3) meningkatkan mutu proses dan hasil pengelolaan SMP/MTs; (4) membuat Kepala SMP/MTs menjadi peka dan tanggap terhadap masalah-masalah pengelolaan sekolahyang muncul di SMP/MTs untuk melakukan refleksi dan kritis terhadap yang ia lakukan; (5) meningkatkan kinerja sekolah termasuk kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan hasil belajar siswa, (6) sebagai bahan PTS untuk membimbing guru dalam membuat PTK, dan (7) membuat karya ilmiah guna mendapatkan angka kredit point untuk kenaikan pangkat/jabatan dan atau serifikasi guru.

           Ciri-ciri PTS yang paling utama adalah adalah sebagai berikut : (1). melakukan tindakan peningkatan, (2). kolaborasi peneliti dengan yang diteliti; (3). adanya masalah penting dan mendesak yang dihadapi Kepala SMP/MTS untuk segera dipecahkan; (4). adanya siklus, minimal dua siklus. Setiap siklus ada empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi; (5). dilakukan di wilayah kerja peneliti; (6). bertujuan meningkatkan kinerja sekolah/madrasah; (7). dilaksanakan sesuai jam kerja peneliti; (8). dilaksanakan secara berkelanjutan; (9). sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kepala SMP/MTs; (10). tidak mengganggu tugas pokok dan fungsi Kepala SMP/MTs; (11). kehadiran peneliti tidak mengganggu kegiatan orang yang diteliti; (12). .adanya niat untuk meningkatkan mutu profesional guru, dan kepala sekolah/madrasah, kinerja guru, kinerja kepala sekolah/madrasah, dan kinerja sekolah secara keseluruhan; (13). tertuju pada peningkatan mutu kinerja guru dan kepala sekolah/madrasah yang melaksanakan PTS itu sendiri; (14). tindakan sekolah yang diberikan kepala sekolah/madrasah kepada guru harus dapat dilihat dalam unjuk kerja subjek tindakan secara nyata yang dapat diamati oleh peneliti; (15). tindakan dilakukan pada situasi alami (pada keadaan yang sebenarnya) dan ditujukan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan praktis dalam peningkatan kinerja guru dan/atau kepala sekolah/madrasah; (16). pemberian tindakan sekolah harus dilakukan sendiri oleh peneliti sendiri, tidak boleh minta bantuan orang lain; (17). bukan menjelaskan tentang materi, tetapi tentang cara, metode, prosedur, atau langkah-langkah; (18). tindakan sekolah yang diberikan pada subjek tindakan sekolah harus baru dan kreatif (tidak seperti biasanya); (19). tindakan sekolah harus bersifat dapat dilaksanakan (operasional) dan praktis (mudah) serta sesuai dengan kondisi kelas; (20). tindakan sekolah merupakan kesepakatan bersama antara peneliti dengan subjek tindakan, bukan paksaan; (21). ketika tindakan sekolah berlangsung, harus ada pengamatan secara sistematis terhadap proses dan hasil ; dan (22). keberhasilan tindakan sekolah dibahas dalam kegiatan refleksi, dan hasilnya digunakan sebagai masukan bagi perencanaan siklus berikut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar