Kamis, 31 Maret 2016

program wirausaha BAB III PROGRAM KEWIRAUSAHAAN SMP N 2 CIDAHU TAHUN PELAJARAN 2015-2016



BAB III
PROGRAM KEWIRAUSAHAAN SMP N 2 CIDAHU
TAHUN PELAJARAN 2015-2016



A.    Pengantar
Dari ciri-ciri wirausaha yang disebutkan di atas untuk kepala sekolah dibatasi pada: inovatif, pekerja keras, motivasi tinggi, pantang menyerah, selalu mencari solusi terbaik. Naluri kewirausahaan menyangkut semua sifat- sifat di atas.

Inovatif
Zaman telah berubah, untuk mengikuti dan mengantisipasi perubahan sekolah dituntut melakukan inovasi-inovasi dalam mengembangkan sekolahnya. Bila tidak, sekolah akan ketinggalan zaman dan kalah dalam bersaing mendapatkan siswa baru. Stakeholders sekolah akan meninggalkan sekolah dan mencari sekolah lain yang lebih inovatif.
Inovasi-inovasi yang dilakukan untuk mengembangkan sekolah. (1). Perubahan PSAS (Pakaian Seragam Anak Sekolah) laki-laki menggunakan celana panjang, perempuan bawahan dan baju tangan panjang dan memakai jilbab. Dan setiap siswa memakai / dipasang badge nama. (2) Sangsi/Hukuman bagi siswa yang datang terlabat dilakukan perubahan yang semula sangsi/hukuan bersifat pisik misal disuruh push up diganti disuruh membaca surat Yasin, atau menulis surat Al Fatihah.

Pekerja keras
Saya selalu kurang dan tak pernah merasa puas dengan keberhasilan sekolah. Di sekolah yang dulu ,(pada tahun 2010), Saya menjadi kepala sekolah berprestasi tingkat kabupaten. Prestasi tersebut sudah tercapai. Namun, saya masih belum puas. Saya bercita-cita ingin menjadi kepala sekolah berprestasi tingkat propinsi bahkan tingkat nasional. Untuk mencapai itu semua saya bekerja keras, cerdas, dan ikhlas. Dengan cita-cita setinggi langit itu, saya bekerja keras sering di luar jam kerja mengarahkan dan membimbing guru agar mengejar prestasi yang tinggi. Akibatnya saya sering disindir oleh kepala sekolah lainnya yang prestasinya biasa-biasa saja. Mereka menganggap saya sangat ambisius, cari muka, dan ingin menonjol sendiri. Selain itu ingin menjadi Sekolah Berwawasan Lingkungan yang diimplementasikan dengan penanaman dan pemeliharaan tanaman hias yang ada dilingkungan sekolah, dengan maksud untuk menciptakan suasana sejuk, rindang dan indah di lingkungan sekolah yang memang termasuk daerah panas dan berdebu, sehubungan sekolah kai terletak di dekat galian C / penambangan pasir Cidahu

Pantang menyerah

Rendahnya Motivasi Kerja Saya Hilangnya Gairah Kerja Akhir-akhir ini motivasi kerja saya menurun sistem tanpa sebab yang jelas. Saya teringat akan hasil penelitian Pidarta yang menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa termalas nomor 3 di dunia. Kemalasan saya muncul mungkin karena kejenuhan saya bekerja atau mungkin pula karena sistem penggajian PNS yang tidak signifikan membedakan antara PNS yang berprestasi dengan yang malas-malas saja. Gaji PNS yang berprestasi dengan yang tidak berprestasi untuk pangkat/golongan/masa kerja/jumlah keluarga setiap bulannya sama saja. Saya sebagai Kepala SMP/MTS tidak ingin motivasi kerja saya yang rendah tampak di mata bawahan saya karena saya adalah pemimpin yang harus menjadi contoh.
Seorang guru malas bekerja karena tekanan ekonomi. Akibatnya, ia tidak bergairah mengajar di kelas. Pembelajaran menjadi tidak aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Untuk menambah penghasilannya, guru tersebut mencari pekerjaan sampingan di luar sekolah. Pekerjaan sampingan tersebut membuat ia kurang konsentrasi dalam mengajar. Siswa-siswa yang diajarnya menjadi korban.
Sebagai kepala sekolah untuk 2 (dua) mengatasi kasus di atas dilakukan dengan langkah-langkah antara lain: 1. Cara memotivasi diri sendiri 2. Cara memotivasi orang lain 3. Pantang menyerah (ulet), optimis, kerja keras, motivasi tinggi, percaya diri, dan orientasi pada tujuan. Jangan mendengar kata-kata orang yang negatif karena akan mengambil mimpi kita atau menjauhkan kita dari mimpi. Karena itu tetap optimislah..Yang penting, bersikap tuli terhadap orang-orang yang menyatakan bahwa kita tidak bisa.

Kreativitas

Kebanyakan orang dapat memikirkan beberapa pekerjaan yang membutuhkan kreativitas seperti seniman, musisi, penari, perancang, dan ilmuan. Wirausaha juga membutuhkan kreativitas untuk mencari solusi terbaik.
Kreativitas adalah sebuah bidang di mana dalam banyak kasus, wirausaha lebih banyak memiliki peluang untuk menggunakan bakat kreatif mereka dibandingkan dengan PNS yang digaji. PNS yang digaji sering kali tidak diharuskan untuk berpikir kreatif dan bahkan ketika mereka termasuk Kepala SMP/MTS memiliki ide-ide baru, mereka yang kreatif tersebut sering didiamkan atau dicemoohkan oleh kepala sekolah yang lain.

Kewirausahaan
Kepala Sekolah/Madrasah Kepala sekolah diharapkan mampu mengenal naluri kewirausahaan mereka sebagai bekal untuk menjadi contoh dan sumber belajar siswa- siswanya.. Naluri kewirausahaan ada 47 naluri. Ciri-ciri wirausaha yang berhasil adalah: 1. Inisiatif, 2. pantang menyerah (ulet), 3. memiliki standar mutu yang tinggi, 4. hemat, 5. selalu mencari solusi terbaik (kreatif memecahkan masalah), 6. berani mengambil risiko yang diperhitungkan, 7. persuasif, 8. bertindak jika ada peluang, 9. haus informasi, 10. sistematis, 11. percaya diri, 12. tegas, 13. menggunakan strategi yang berpengaruh, 14. mandiri, 15. optimis, 16. dinamis, 17. inovatif, 18. cerdik (cerdas), 19. mau belajar sepanjang hayat, 20. supel atau luwes (fleksibel), 21. umpan balik ditanggapi responsif), 22. berorientasi pencapaian tujuan, 23. membangun masa depan, 24. komunikatif (termasuk pendengar yang baik), 25. enerjitik, 26 berorientasi pada keuntungan, 27 integritas, 28 agresif, 29 kompetitif, 30. egoistis, 31. petualang, 32. perfeksionis, 33. kooperatif, 34. imajinatif, 35. pribadi yang menyenangkan, 36. jujur, 37. orientasi pada perubahan, 38. disiplin (mengendalikan diri), 39. visioner, 40. pengelola perubahan, 41. ingin berprestasi, 42. organisator, 43. pekerja keras, 44. motivasi kuat (komitmen), 45. antusias, dan 46. negosiatif. 47. mampu memasarkan jasa/produk. (Hawkin & Turia, 1986;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar