Kamis, 31 Maret 2016

PROGRAM SUPERVISI BAB IV PENUTUP



BAB IV
PENUTUP

            Supervisi pendidikan mempunyai peranan signifikan dalam mendinaisasi kualitas pendidikan di sekolah. Guru sebagai target utama supervisi sering kali menunjukkan banyak kel;emahan, diantaranya tidak disiplin ketika mengajar, sering memakai pendekatan kekerasan, tidak mengembangkan ilmu dan wawasan, malas mengikuti diskusi, seminar, pelatihan, work shop, dan sejenisnya. Ia merasa sudah pintar sehingga tidak mau menerima masukan, ide, dan gagasan orang lain. Keleahan-kelemahan guru inilah yang mendorong supervisor untuk aktif melakukan supervisi secara cermat, gradual, dan fungsional.
            Kata kunci dalam supervisi memang supervisor. Ia adalah pemegang kebijakan, pengendali, dan pengatur irama supervisi yang berdampak besar dalam dunia pendidikan. Supervisor harus banyak membaca buku-buku supervisi, mengikuti seminar, diskusi, pelatihan, work shop, simposium, dan lain-lain tentang supervisi. Selain itu, ia juga harus banyak melakukan penelitian, baik kuantitatif, kualitatif, atau campuran keduanya, banyak menulis, berorganisasi, dan lain-lain. Dari kegiatan ini, supervisor akan mempunyai kompetensi yang berkualitas  dalam elakukan supervisi. Sehingga, pengaruhnya besar dalam mendinamisasi kualitas lembaga pendidikan.
            Berbagai macam kajian dalam program ini, mulai dari Pengertian Supervisi, Pengertian Supervisi Pendidikan, Komponen dan Prinsip Supervisi Pendidikan, Analisis Pendidikan (di Sekolah) oleh Supervisor, Tujuan Supervisi, Fungsi Supervisi, Peranan Supervisi Pendidikan, Tipe atau Gaya Supervisi Pendidikan, Proses Supervisi Pendidikan, Prinsip Supervisi, Beberapa Kendala Pelaksanaan Supervisi di Sekolah, Pedoman Pelaksanaan Supervisi, Tugas Kepala Sekolah sebagai Supervisor, Kompetensi Kepala Sekolah sebagai Supervisor adalah untuk rangka membantu para supervisor enjalankan tugasnya. Visi dalam melahirkan lembaga pendidikan yang kompetitif seharusnya ada pada jiwa supervisor. Formalitas yang lebih menekankan birokrasi-prosedural yang menganaktirikan esensi dan substansi sudah saatnya diakhiri. Formalitas ini menghancurkan kualitas sehingga kemajuan sekolah tersendat.
            Tidak ada kata terlambat dalam melakukan percepatan kualitas. Semua kebijakan dan langkah pasti membawa resiko. Namun, itulah tanggung jawab supervisor, khususnya kepala sekolah. Ia harus berani mengambil keputusan pada saat yang tepat, berani menanggung resiko atas keputusan yang diambil, kreatif mengelola konflik kepentingan, dan selalu responsif terhadap perubahan yang terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar